BAGIAN 03

Kemampuan SDM

Model klaster ini bergantung pada dua lapis SDM sekaligus: tim inti yang merancang dan mengendalikan sistem, dan jejaring petani-peternak mitra yang menjalankan operasional harian di lapangan.

STRUKTUR TIM INTI

Kompetensi yang wajib ada sejak hari pertama

Tim inti berfungsi sebagai integrator klaster — merancang tata letak kontur, mengelola infrastruktur bersama, dan menjaga mutu di seluruh rantai.

FungsiTanggung jawab utamaFokus lapangan
Agronomis Lahan Kering Merancang strata agroforestri kopi, pala, cengkeh, durian, aren, alpukat, kakao, nangka, dan kapulaga sesuai elevasi, kontur, naungan, serta kebutuhan konservasi tanah dan air. 300–900 mdpl
Spesialis Peternakan Adaptif Mengelola rotational grazing domba/sapi, kesehatan ternak, dan sinkronisasi jadwal dengan pabrik pakan. Padang gembala berundak
Teknisi Agroteknologi & IoT Mengoperasikan unit biochar, jaringan embung digital, dan katup solenoid bertenaga surya. Titik elevasi tertinggi
Manajer Rantai Pasok Sirkular Mengatur arus bahan antar pabrik pakan, pabrik kompos, dan pertukaran hara dengan klaster pesisir. Hulu–hilir korporat
Koordinator Kemitraan Petani Menjembatani skema land pooling, pelatihan, dan pembagian hasil dengan petani-peternak pemilik lahan. Desa-desa di tiga wilayah cakupan
KEMITRAAN PETANI LOKAL

SDM lapangan datang dari komunitas yang sudah ada di lahan

Alih-alih mendatangkan tenaga kerja dari luar, model ini dirancang untuk membangun kapasitas petani dan peternak lokal yang lahannya masuk skema land pooling.

1

Onboarding & pemetaan keterampilan

Setiap keluarga mitra dipetakan sesuai pengalaman — bertani, beternak, atau keduanya — sebelum ditempatkan pada peran di klaster.

2

Pelatihan teknik kontur & alley cropping

Pendampingan langsung di lahan untuk teknik tanam mengikuti garis kontur, pemangkasan tanaman pagar, dan aplikasi biochar.

3

Sertifikasi peran spesifik

Petugas embung, operator biodigester, dan penggembala rotasi mendapat pelatihan berjenjang sesuai kompleksitas perannya.

4

Jenjang menjadi mandor klaster

Mitra dengan rekam jejak baik dapat naik peran menjadi koordinator kelompok tani/ternak, mengurangi ketergantungan pada tim inti dari luar.

PRINSIP PENGELOLAAN SDM

Tiga prinsip yang menjaga keberlanjutan tenaga kerja

Kompetensi lokal dulu

Rekrutmen tim inti tetap dibuka, tetapi setiap posisi lapangan memprioritaskan tenaga dari desa-desa di wilayah cakupan.

Insentif terikat hasil klaster

Pembagian hasil bagi petugas lapangan dikaitkan dengan performa sirkular klaster, bukan hanya produksi satu komoditas.

Regenerasi berjenjang

Struktur peran dirancang bertingkat sehingga mitra dapat naik dari tenaga lapangan menjadi mandor, lalu koordinator wilayah.